Hati-hati, jangan buru-buru.

Rasa-rasanya, bukan sekali dua kali saya menganjurkan untuk tidak terburu-buru dan menjaga kehati-hatian dalam menjatuhkan tuduhan, label, atau putusan pada masalah-masalah yang kebenaran di dalamnya adalah samar. Rasa-rasanya, bukan sekali dua kali saya mengatakan bahwa segala sesuatu akan dimintai pertanggung jawabannya. Bukan apa-apa. Alih-alih “menyuarakan kebenaran”, yang ada hanya memburuknya hati karena buruk sangka, keluarnya celaan dan hinaan, ghibah, bahkan fitnah. Inilah kenapa saya katakan bahwa melakukan kroscek atau tabayyun terlebih dahulu itu penting.
Supaya tidak terjebak pada hal-hal yang demikian, ada beberapa prosedur yang biasa saya lakukan dalam menyikapi masalah seperti ini.
Yang pertama, saya harus mengetahui dulu dasar berita yang dibuat, istilah-istilah yang dipakai, dan kemudian membandingkannya dengan fakta-fakta (bukan asumsi apalagi tuduhan orang lain) yang ada.
1. Apabila tersebar berita, seseorang dianggap komunis/liberal/penganut isme-isme tertentu, pahami dulu term/istilah komunis/liberal/isme-isme yang digunakan. Hal ini penting. Karena kebanyakan orang yang menjatuhkan tuduhan-tuduhan semacam itu, tidak mengerti istilah-istilah yang digunakan.
Sebagai contoh, “komunis tidak mempercayai Tuhan”. Faktanya, komunisme sendiri secara garis besar adalah ideologi politik yang mengedepankan kesetaraan dan kesejahteraan rakyat. Dan faktanya, term ini digunakan pada rezim orba untuk mendemonisasi mereka yang lebih pro kepada kerakyatan daripada ke rezim yang berkuasa pada saat itu. Tidak ada hubungannya antara kepercayaan/belief seseorang terhadap keberpihakan seseorang dalam politik.
Setelah mengerti term yang dimaksud, lalu sandingkan dengan fakta-fakta (bukan asumsi/tuduhan) dan bukti-bukti yang ada, apakah seseorang yang dimaksud itu menganut isme-isme tersebut? Kalau iya, apakah salah? Salahnya di mana? Bila yang dilakukan salah, mana yang benar yang seharusnya dilakukan?
2. Apabila tersebar berita, seseorang dianggap sesat/kafir, coba cari tau bagaimana pandangan para ulama mengenai perilaku yang diberitakan sesat tersebut. Cari rujukan/dasar hukum dari Al-Qur’an, Al-Hadits, dan kitab-kitab klasik ulama-ulama terdahulu. Pahami rujukan tersebut. Setelah itu semua dilakukan, lihat ke yang dituduh, apakah ia melakukan amaliyah yang menjadikannya ia sebagai tertuduh pelaku kesesatan. Apakah benar dia melakukannya atau tidak? Kalau ia melakukan, cari tau musabab ia melakukan hal tersebut dan kembali lagi membandingkan dengan dasar hukum yang ada (Qur’an Hadits, Ijma’). Tidak cukup sampai di situ saja, lihat juga ke diri sendiri, apakah diri sendiiri cukup kompeten menjatuhkan tuduhan sesat/kafir terhadap orang tersebut? (Ini juga berlaku terhadap tuduhan-tuduhan bahwa seseorang itu syiah, atau apakah syiah itu sesat atau tidak).
Lalu bagaimana jika dalam mencari rujukan dari ijma’ para ulama kemudian ditemukan perbedaan pendapat? Bolehkah kita lantas mencela atau menghina apalagi memfitnah ulama yang berbeda pendapat tersebut? Dalam hal ini, saya selalu melihat ke diri sendiri, apakah saya cukup pantas dan kompeten (dengan segala keilmuan yang saya punya) untuk menghakimi? Dan yang paling penting, apakah diperbolehkan untuk menghina/mencaci/memfitnah mereka yang masih bersyahadat (bahwa Allah adalah Tuhannya dan Muhammad Rasulullah adalah utusan-Nya), dan shalat menghadap kiblat? Adakah dasar hukum (Qur’an/Hadits/Ijma’) yang memperbolehkan kita melakukan hal tersebut? Kalau saya, memilih diam. Pun terhadap ulama-ulama yang saya tidak sependapat pada fatwanya (dikarenakan perbedaan pendapat dari fatwa guru-guru saya yang sanad keilmuannya sampai kepada Rasulullah Saw, yang tentunya, adab seorang murid harus mempercayai gurunya), saya tetap merasa tidak pantas memberikan cacian/hinaan/fitnah terhadap mereka. Alih-alih demikian, lebih baik saya memohon petunjuk kepada Allah dan mengembalikan permasalahan kepada-Nya.
3. Jika beredar suatu berita pun, sebaiknya lakukan kroscek dan membandingkan antara sumber satu dengan sumber lainnya. Jangan terburu-buru menyebarkan. Membaca, mencari tahu, dan mengedukasi diri sendiri itu lebih penting dibanding terburu-buru menggerutu dan menyebarkan konten hanya karena nafsu tersulut oleh judul berita dan narasi yang disampaikan.
Berhati-hati itu penting, supaya kita tidak merugi. Ya semoga saja kita bukan termasuk orang-orang yang gemar memakan daging saudara sendiri. Semoga saja kita bukan termasuk orang-orang yang merugi. Semoga Allah memberikan petunjuk dan ampunan terhadap kita.
19149391_10210817759493256_3963627962785621505_n

Ahli Segala, Pakar Mengada-ada

Kemarin lusa, banyak orang-orang tiba-tiba saja menjadi pakar agama. Tiba-tiba saja mereka menjadi ahli dalam menjatuhkan vonis ini itu kepada siapa saja yang berbeda. Pokoknya, sumber-sumber mereka yang cuma satu dua paragraf, beberapa ceramah, atau penggalan-penggalan ayat maupun sabda Rasul, cukuplah untuk menjadikan mereka ahli. Siapa peduli yang berbeda dari mereka lahir dari sekian banyak kitab, dan puluhan tahun menuntut ilmu agama.

Lalu, tiba-tiba mereka jadi ahli fisika. Dari segudang teori fisika, paper, dan jurnal ilmiah, itu mah nggak ada apa-apanya dibanding yakin. Iya, yakin kalau bumi itu nggak speris. Bumi itu datar. Jadi segala macam teori dan penelitian itu ya cuma konspirasi aja. Nggak tau deh konspirasi buat ngapain.

Setelah itu, tiba-tiba saja orang-orang mendadak menjadi pakar politik. Paham betul mereka tentang macam-macam ideologi. Ya pokoknya yang berbeda dari mereka itu liberal, atau komunis. Iya, komunis. Itu lho, yang anti Tuhan. Salah lah pokoknya. Meski disodorkan pengertian-pengertian dan serenceng definisi tentang macam-macam ideologi, pokoknya liberal dan komunis itu adalah sebuah cacat peradaban. Harus dibasmi karena mengancam. Entah mengancam siapa. Ya pokoknya mengancam. Meski sudah tinggal nama dan menjadi hantu, pokoknya biar ada kambing hitam aja. Jangan mau salah dong.

Belum juga habis rokok sebatang, tiba-tiba mereka sudah jadi ahli intelejen. Sigap betul bilang mau ada invansi gede-gedean dari negeri seberang. Cekatan bilang pemerintahan ini mau menghancurkan agama. Informasi intelejen itu datang bertubi-tubi dari sosial media, juga artikel-artikel di blog, atau portal berita yang kantornya sendiri nggak tau ada di mana, reporternya siapa, editornya siapa, redakturnya siapa, dan sering terbukti nggak benar. Pokoknya ambil aja, klik share, sambil kasih tanggapan menggerutu. Kalau salah, ya bodo amat. Salah itu kan menurut mereka yang nggak berdiri di pihak mereka. Buat mereka ya bener-bener aja.

Cukup? Nggak dong. Buktinya, nggak lama, mereka langsung jadi ahli sejarah. Pokoknya, bukti-bukti sejarah, penelitian, referensi, citation, dan lain sebagainya itu salah. Ini karena ada upaya dari pihak lain untuk menyembunyikan kebenaran, yang tentunya versi mereka. Si anu sebenarnya beragama sama dengan kita. Si ini dan si itu juga. Napoleon masuk agama kita. Wong Fei Hung. Hitler. Jackie Chen. Semuanya. Kerajaan Hindu Buddha yang dulu itu, sebenernya kesultanan. Candi ini dan candi itu adalah jejak budaya agama kita. Peninggalan salah satu nabi kita. Walisongo itu cuma hoax. Dan lain sebagainya. Segala sesuatu di masa lampau harus berkaitan dengan agama lah pokoknya. Sebodo amat sama berbagai referensi. Malas baca. Neliti langsung juga cape. Mending patokannya ke satu dua artikel aja.

Jadi ahli kesehatan juga dong. Jangan sampe lah anak dikasih vaksin. Itu racun. Haram. Apalah. Pokoknya jangan deh. Itu nggak sehat. Peduli amat sama yang nolak vaksin terus akhirnya kena penyakit. Udah takdirnya kali.

Duh, kalian ini. Apakah kita sebegitu kerdilnya sehingga begitu haus akan pengakuan, haus akan keagungan, haus akan kekuatan? Kenapa sulit sekali menelan fakta-fakta? Kenapa malas sekali beranjak dari kebodohan sementara begitu jumawa mengenakan jubah kesombongan? Ah, tapi tenang saja. Bagaimanapun juga, kalian tetaplah pakar. Ahli dalam segala. Pakar mengada-ada. Jadi, tetap teruskan, dan jangan berhenti di kamu. Semua orang harus menerima kebenaran versimu. Teruskan. Katakan Aamiin dan bagikan secara paksa pemahamanmu sambil mengatasnamakan agama, meski mengada-ada dilarang dalam agama. Sukses selalu dengan kebodohanmu ya.

Nomor Telepon Basecamp Gunung-gunung di Indonesia

Di bawah ini adalah nomor telepon basecamp gunung-gunung di Indonesia. Siapa tau kamu sedang butuh informasi mengenai gunung yang ingin didaki, atau mengecek temanmu yang sedang mendaki apakah sudah turun atau belum. Atau, untuk keperluan emergensi.

Gunung Jawa Barat:

Gunung Salak

  • Jalur Kawah Ratu/Javana Spa : 085724995370 (P. Dadang)
  • Jalur Cidahu : 08176689004 (Acheng)

Gunung Gede-Pangrango

  • Taman Nasional Gunung Gede Pangarango : 0263519415 (office) / 0263512776 (booking)
  • 081912021180 (P. Usep)

Gunung Ciremai

  • Balai Taman Nasional Gunung Ciremai : (0232) 613152, 085724111966 (Basecamp), 087717717913 (Bang Jaka)
  • Jalur LinggarJati : 081324092194 (Kakek Petualang), 085759891011 / 085321978011 (Cucu Supriatna)
  • Jalur Apuy : 085864245459 (Pak Ubuh), 085795067448 (Iding Iskandar)
  • Jalur Palutungan (Cirebon) : 0821156878243/082115687824 (Kang Kusna)
  • Jalur Linggasana (Kuningan) : 085295810025 (Guntina), 085695500641 (Yudha)

Gunung Cikuray

  • Jalur Pemancar : 081220269190 (Kang Hendy), 0821 2083 5884 (Dede Rohana) 0878 3839 1009 (Kang Dede)
  • BASARNAS : 08111 39349 (Pak Yudi)
  • Jalur Cilawu : 089699835043 – 087827497606 (Kang Ade)

Gunung Papandayan

  • 085659135058 (Erfan), 089661003465 (Kang Zoel), 085723531844 (Kang Ade Bayor)
  • Jalur Cisurupan : 085793371645/ 087827382417 (Omik)
  • Web :http://www.papandayan.info/

Gunung Pulosari

  • Tb Rimbun Nuansa : 087772502505

Gunung Jawa Tengah:

Gunung Slamet

  • Jalur Guci : 085643755398 (Mas Uceng), 081803984342 (Iding), 087730010430 (Aisal)
  • Jalur Bambangan : 085726000335 (P. Sugeng), 085726666912 / 085725107774 (Mas Didin)
  • Jalur Kaliwadas / Kali Gua : 085742035447 (Aji Satriani)
  • Jalur Prabasari, Basecamp : 085629278312
  • FB : InfoSlamet, Twitter:infoslamet

Gunung Sindoro

  • Jalur Kledung : 081328096081, 08190386023, 085869115403 (Mas Poteng), HT : 148.790 MHz
  • Bansari : 085752323195, 082227563734
  • Orang Desa : 085292781090
  • Jalur Tambi : 081227967705
  • Twitter :sindoro_sumbing

Gunung Sumbing

  • Jalur Kaliangkrik – Pak Lilik Setyawan (Kadus Dsn Butuh) : 0896-8824-6671 , 085868611446
  • Twitter :SumbingMt, sindoro_sumbing.

Gunung Lawu

  • CP : 085741307298
  • Jalur Cemoro Sewu : 0857292643795 (Hasan), 085642072573 (Pak Agus)
  • Jalur Cemoro Kandang : 081575899797

Gunung Merapi

  • CP : 081329266656 (P. Syamsuri), 085713121271 (Mas grandong)
  • Jalur New Selo : 085640657456 / 087835090433 (Suroto Sheby)

Gunung Merbabu

  • Jalur Selo : 085728659968
  • Jalur Tekelan : 085225552130 (Mas Thipuk Sidarta); 085225321749 (Mas Masnoer S) atau via twitter @dieeppoo
  • Jalur Cuntel/Kopeng : 085743432595/0857434325957 (Mas Kamplink); 081325932700 (P. Tono) ; 085329720365 (Mas Ando)
  • Jalur Wekas : 085740540437 (GRABUPALA), 082327290278

Gunung Ungaran

  • CP : 085729968373
  • Jalur Bandungan : 081225711243 (Arief)

Gunung Prau

  • CP : 085602170444 ; 085326903444
  • Basecamp : 081229075300
  • Jalur Patakbanteng : 085228283428, 08562777105,
    • Mujib syafii (Mas Pi’i) : 085640086004 / 085228283428,
    • Mas Barudin : 085329449515,
    • Mas Afifi : 08586893 9535,
    • Andi : 087700152388
    • Kukuh : 08562777105
    • Heru : 085642895150

Gunung Jawa Timur

Gunung Arjuna-Welirang

  • Jalur Tretes : 085856052510 (Basecamp)
  • Jalur Lawang : 081330787722 (P. Rudi – Penjaga pos masuk hutan lindung R. Suryo), 081554432204 (Junaedi)
  • Kantor PANDAAN : 0343 630173
  • Kantor MALANG : 0341 483254

Gunung Argopuro

  • CP : 081336017979 (P.Suryadi), 082336446256 (Samhaji)
  • Jalur Baderan : 08113651015 (P.Susiono)

Gunung Semeru

  • Taman Nasional Bromo Tengger Semeru : (0341) 491828 ; Fax. (0341) 490885
  • CP : 0341787055 (P.Samsul)
  • Resort Ranupane : 08283930822, 081227920297 – Mahmudin (petugas), 0341787055 (Mas Gofur)

Gunung Raung

  • KPW Gunung Raung : (0332) 321305 / Hp 08133386224
  • Jalur Kalibaru : 087755632664 (Ely)
  • REGGAS : 081336367861 (Hilmi), 085859038489 (Cak Inung)

Gunung Buthak Blitar

  • Jalur Sirah kencong Blitar dan Jalur Panderman Batumalang : 081555667595 (Nunung)

Gunung Anjasmoro Mojokerto

  • CP : 085648225766 (Kang Bayik)

Gunung Luar Jawa

Gunung Rinjani :

  • Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
    Jl. Arya Banjar Getas Lingkar Selatan, Mataram – NTB.
    Telp.(0370) 641155(0370) 27851 (Dephut), (0370) 627764 (Pengelola)
  • 081803644654 (Opik Mtp)

Gunung Kerinci :

  • Kantor Balai Besar TNKS :
    Jl. Basuki Rahmat No. 11, Sungai Penuh 32112, Jambi 37101
    Telp. (0748) 22250; Fax. (0748) 22300
  • 085367588494 (Mas Lihun – Penjaga)

Gunung Tambora :

  • Balai Konservasi SDA Nusa Tenggara Barat
    Jl. Majapahit No. 54.B Mataram 83115
    Tlp. (0370) 627851, 633953 | Fax. 0370-627851
  • 085216032004 (Arisman)
  • 082340693138 (Bang Syaiful – Base Camp Desa Pancasila)

Informasi lain seputar pendakian:

Kata Sains ke Jurassic Park: Dinosaurus Nggak Gitu, Kok

Siapa sih,  yang nggak tau film Jurassic Park? Film yang diangkat dari novel fiksi sains karangan Michael Crichton tahun 1990 ini, pertama kali diputar di awal 90an. Film yang digarap oleh sutradara terkenal, Steven Spielberg, dan dirilis ke layar lebar pada tahun 1993. Waktu itu, saya yang masih bersekolah di tingkat SD dan suka banget sama Dinosaurus, antusias banget nonton film ini. Melihat binatang yang sudah punah “dihidupkan” lagi dan dipelihara dalam sebuah kebun binatang pra-sejarah, saya waktu itu benar-benar berharap film itu beneran nyata.

Di film itu, beberapa Dinosaurus ditampilkan, dan beberapa di antaranya menjadi primadona, seperti Tyrannosaurus Rex (T-Rex), Dilophosaurus, Brachiosaurus, dan Velociraptor. Bahkan T-rex dan Velociraptor tetap menjadi primadona di film-film selanjutnya (Jurassic Park II: The Lost World, Jurassic Park III, Jurassic World). Film ini dan sequel-nya tetap menjadi favorit saya sampai sekarang, meski seiring waktu berjalan, saya yang memang penyuka Dinosaurus, dan selalu mencari tau segala hal tentang Dinosaurus, menemukan banyak hal yang… Dude, it ruined my childhood. Karena nggak sesuai dengan fakta-fakta sains mengenai Dinosaurus itu sendiri. Mungkin yang akan dibahas di sini akan ngacak. Tapi, daripada kebanyakan pembukaan, ayo lah kita mulai bahas beberapa fakta tentang Dinosaurus yang jauh berbeda dari apa yang terlihat di film Jurassic Park dan sequel-nya.

Banyak kesalahan yang cukup fatal dan sangat signifikan terlihat pada setiap sequel film Jurassic Park. Di film Jurassic Park, kita mengenal Velociraptor sebagai predator pemburu yang berukuran se-manusia dewasa. Velociraptor diperkirakan hidup sekitar 75 – 71 juta tahun yang lalu, di masa Cretaceous[1]. Fosilnya pertama kali ditemukan di gurun Gobi, Mongolia, dan pertama kali “disusun ulang” pada 19 Agustus 1923 oleh Peter Kaisen. Banyak yang nggak tau bahwa Velociraptor dewasa ternyata rata-rata hanya seukuran 0,5 meter dengan panjang 2,07 meter[2]. Iya, sebesar ayam kalkun. Dan banyak yang nggak tau kalo Velociraptor ini seluruh tubuhnya ditutupi bulu seperti burung[3][4].

Perbandingan ukuran Velociraptor dengan manusia dewasa

Jadi, Velociraptor yang kalian liat di film itu sangat amat jaaaaauuuuuh berbeda dengan kenyataannya. Ukuran Velociraptor di film, lebih mirip ukuran Utahraptor, kerabat Velociraptor (meski “model yang dipakai” untuk Velociraptor dalam film ini adalah Deinonychus.[5]). Jika Velociraptor belum punah dan berevolusi menjadi burung modern, kesan yang akan kamu dapatkan ketika melihatnya adalah seperti melihat burung yang nggak biasa. Hal ini juga diungkapkan Mark Norell, kurator fosil reptil, amfibi dan burung pada Museum Sejarah Nasional Amerika.

“The more that we learn about these animals the more we find that there is basically no difference between birds and their closely related dinosaur ancestors like velociraptor. Both have wishbones, brooded their nests, possess hollow bones, and were covered in feathers. If animals like velociraptor were alive today our first impression would be that they were just very unusual looking birds.”[6]

Velociraptor Mongoliensis yang digambar ulang oleh Matthew Martyniuk (2006).

Perbandingan ukuran Velociraptor dengan Dromaeosaurus yang lain.

Lalu bagaimana dengan T-Rex? Hasil dari beberapa penelitian baru-baru ini, mengindikasikan bahwa kemungkinan besar Tyrannosaurus Rex tubuhnya juga tertutup bulu. Lho, kok bisa? Pada tahun 2009, Peter Makovicky dan timnya mendeskripsikan tentang temuan fosil sepupu Tyrannosaurus bernama Xiongguanlong Baimoensis[7] yang hidup antara 100 juta dan 125 juta tahun yang lalu. Dan, pada tahun 2012, Xu Xing dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Beijing dan timnya menggambarkan sepupu lain dari Tyrannosaurus dengan ukuran yang lebih kecil dengan nama Yutyrannus Huali[8] dari periode waktu yang sama. (lihat Nature 489, 22–25; 2012). Kedua fosil ini mengindikasikan adanya bulu pada kedua spesies tersebut. Bulu pada kedua jenis Tyrannosauroidea ini tidak seperti bulu pada burung modern, namun dengan struktur yang lebih sederhana. Xu berpikir bahwa Dinosaurus berbulu yang hidup lebih awal ini adalah evolusi terdekat dari Tyrannosaurus. Maka dari itu ia berpikir bahwa T-Rex juga mempunyai bulu seperti kedua Dinosaurus tersebut.[9] Dan juga mengenai kemampuan melihat T-Rex, tidak ada bukti sedikitpun bahwa T-Rex melihat dan atau mengidentifikasi mangsa berdasarkan gerakan.

Tyrannosaurus Rex yang digambar ulang oleh Matt Martyniuk (2013)

Kejanggalan juga dapat kamu temukan pada Dilophosaurus. Ini juga dikatakan oleh Michael Ryan, kepala kurator dari Vertebrate Paleontology pada Cleveland Museum of Natural History.[10] Entah ide dari mana menambahkan “kedok” di sisi kepala Dilophosaurus. Karena tidak ada bukti sama sekali yang menunjukkan bahwa Dilophosaurus mempunyai “kedok” untuk mengintimidasi musuh seperti ikan cupang. Apalagi untuk menyemburkan racun. Sangat imajinatif sekali pembuat model Dinosaurus ini.

Sementara, mengikuti perkembangan sains, banyak juga hal lain yang menjadikan Dinosaurus yang ada dalam film Jurassic Park tampak salah. Seperti misalnya, para ilmuwan meneliti dan mulai berkesimpulan bahwa kemungkinan hampir semua Dinosaurus memiliki bulu. Lebih dari 30 spesies Dinosaurus non-avian telah dikonfirmasi memiliki bulu, ini dilihat baik lldari bukti langsung bulu yang telah menjadi fosil, atau indikator lain seperti paruh. Dinosaurus-dinosaurus tersebut terkonfirmasi sebagai Teropoda pemakan daging, seperti Velociraptor dan nenek moyang burung yang lainnya. Sementara itu, bukti fosil lain dari jenis baru Dinosurus herbivora yang baru ditemukan mengindikasikan bahwa semua Dinosaurus mungkin mempunyai bulu. Penelitian ini dipimpin oleh Pascal Godefroit dari Royal Belgian Institute of Natural History di Brussels.[11]

Dinosaurus mungkin berwarna cerah. Dinosaurus bersuara seperti burung.

 


Footnote

1. Godefroit, Pascal; Currie, Philip J.; Li, Hong; Shang, Chang Yong; Dong, Zhi-ming (2008). “A new species of Velociraptor (Dinosauria: Dromaeosauridae) from the Upper Cretaceous of northern China”. Journal of Vertebrate Paleontology. 28 (2): 432–438. doi:10.1671/0272-4634(2008)28[432:ANSOVD]2.0.CO;2
2. Paul, Gregory S. “Predatory Dinosaurs of the World.” (1988). New York: Simon & Schuster. hal. 464. ISBN 978-0-671-61946-6.
3. Turner, A.H.; Makovicky, P.J.; Norell, M.A. (2007). “Feather quill knobs in the dinosaur Velociraptor“. Science. 317 (5845): 1721. Bibcode:2007Sci…317.1721T. doi:10.1126/science.1145076.
4. American Museum of Natural History. “Velociraptor had feathers.” ScienceDaily. Dipublikasi pada 20-09-2007. Diakses pada 15-04-2017.
5. “10 Facts About Velociraptor.” Poin nomor 2. Thoughtco. Dipublikasi pada 16-02-2017. Diakses pada 15-04-2017
6. American Museum of Natural History. “Velociraptor had feathers.” ScienceDaily. Dipublikasi pada 20-09-2007. Diakses pada 15-04-2017.
7. Li, D., Norell, M. A., Gao, K.-Q., Smith, N. D. & Makovicky, P. J. Proc. R. Soc. B 277, 183–190 (2010). “A longirostrine tyrannosauroid from the Early Cretaceous of China”. doi:10.1098/rspb.2009.0249
8. Xu, X. et al. “A gigantic feathered dinosaur from the Lower Cretaceous of China”. Nature 484, 92–95 (2012). doi:10.1038/nature10906
9. Brian Switek. “Palaeontology: The truth about T. rex”. Nature. Dipublikasi pada 23-10-2013. Diakses pada 16-April-2017
10. Laura Geggel. “Awesome Dinos, Iffy Science Inhabit Jurassic World”. LiveScience. Dipublikasi pada 18 Juni 2015 . Diakses pada 16-04-2017.

9.
9.
9.

ViewRanger – Pemandu Arah dalam Menjelajah

Seperti yang kita tau, salah satu perlengkapan penting dalam melakukan pendakian adalah alat bantu navigasi yaitu peta, kompas, dan GPS. Alat bantu navigasi dapat membantu kita untuk mengetahui arah dan posisi. Tentu saja untuk menggunakannya dengan baik dan benar, kita harus menguasai ilmu navigasi darat. Bila kamu tidak menguasai ilmu navigasi darat, saya sangat menyarankan kamu (yang memang senang mendaki gunung) untuk belajar navigasi darat.

Wait…! Bukannya GPS device itu mahal, ya? Padahal kan gue naik gunung nggak sering-sering banget.

Weitsssss... Kamu tau nggak, kalau GPS pada smartphone itu bisa digunakan secara offline? Sejak beberapa tahun terakhir, saya menggunakan ponsel pintar saya sebagai alat bantu navigasi saat melakukan pendakian. Awalnya, saya yang juga sadar kalo harga GPS device itu nggak murah, mencoba ngoprek cara kerja GPS pada ponsel pintar berbasis Android. Saya sempat berpikir, kalau GPS yang tertanam pada ponsel pintar itu hanya bisa berfungsi saat ponsel dalam keadaan mempunyai koneksi internet. Secara jika internet mati, aplikasi GoogleMaps tidak bisa menampilkan peta.

Akhirnya saya coba cari di PlayStore aplikasi peta yang bisa digunakan secara offline. Setelah coba-pasang aplikasi per aplikasi, ternyata saya menjatuhkan pilihan pada ViewRanger karena fitur-fiturnya yang kelihatan oke. Namun masalahnya tetap sama. Tetap saja peta tidak dapat muncul ketika ponsel dalam moda pesawat (Airplane mode). Saya terus mengulik aplikasi tersebut, dan akhirnya menemukan bahwa ternyata ViewRanger dapat digunakan secara offline. Oke nih, buat naik gunung. Semenjak itu, saya selalu menggunakan aplikasi ini saat melakukan pendakian.

Gimana sih, cara makenya? Oke-oke kita bahas satu per satu dari awal.

Pertama, tentunya kamu harus terlebih dahulu mengunduh ViewRanger, meng-install-nya pada smartphone-mu. Tenang saja, aplikasi ini tersedia untuk pengguna Android dan iPhone. Untuk WindowsPhone, sayangnya aplikasi ini tidak tersedia. Untuk Blackberry? Assalamu’alaykum yaa ahlii kubuur aja, ya. :))) Setelah itu, kamu akan diharuskan membuat akun ViewRanger-mu. Gratis. Ketika kamu membuat akun, akun ini nantinya akan terintegrasi dengan peta yang kamu beli (beberapa layanan peta adalah berbayar, tapi tenang, nggak kepake benget kok), data tracklog atau laporan perjalanan yang kamu rekam, atau rute yang kamu buat.  Tampilan aplikasi ini pada ponsel berbasis Android, adalah seperti ini:

Nah, kalau sudah ter-install di ponselmu dan kamu sudah login dengan akun yang kamu buat, pertama-tama kamu harus mengenali dulu masing-masing fungsi dari ikon yang ada.

Tab browser berfungsi sebagai “pendeteksi” apabila ada tracks atau routes (yang pernah user lain unggah) di area yang terlihat pada Map browser. Kamu bisa mempersempit pencarian dengan mengutak-atik filters. Hasilnya, akan terlihat di bawahnya.

Tab maps berfungsi untuk menampilkan peta seutuhnya. Di sini nanti kita akan banyak “bekerja”. Di tab maps ini, kamu akan mendapatkan informasi koordinat dan ketinggian (altitude) tempat kamu berada. Terdapat juga kompas untuk menunjukkan arah.

Tab profile ini memuat semua informasi tentang kamu pada ViewRanger. Seperti tracks dan routes yang terakhir kamu buat, gunakan, atau kamu unduh. Untuk tab search, sengaja tidak saya sertakan screenshoot-nya, karena ternyata fungsinya masih sama dengan aplikasi kebanyakan. Yaitu untuk mencari. Iya, maaf.

Langsung lanjut ke Tab more options, di sini tempat kamu menyeting ViewRanger kamu.

Oke, setelah kamu mengenali interface aplikasi ini beserta fungsinya, sekarang mari kita masuk ke babak “Cara menggunakan ViewRanger“. Tentunya secara offline. Pertama-tama yang harus kamu lakukan adalah mengunduh area di mana kamu akan menggunakan ViewRanger. Kalo saya sih biasanya melakukan ini (beberapa waktu) sebelum pendakian dan menumpang WiFi teman. Gimana cara mengunduh area-nya? Masuk ke Tab-maps, arahkan peta ke tempat kamu mau menggunakan ViewRanger, pilih ikon Maps-options, lalu akan muncul pilihan Save for offline use, lalu pilihlah Detailed. Dalam contoh gambar di bawah ini, saya memilih area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan sekitarnya.

Nah, kamu bisa lihat, area yang kamu pilih akan diselimuti grid. Pilihlah kotak-kotak yang meliputi area yang kira-kira akan kamu jelajahi. Jika kamu kurang jelas melihat, kamu bisa memperbesar gambar peta dengan tombol Zoom in. Sementara, jika kamu ingin menggeser peta, pastikan tombol Select Tile kamu tekan terlebih dahulu dan berubah menjadi Pan Map, supaya saat kamu menekan layar, grid/tile yang sudah kamu select (berwarna merah) malah jadi unselected (kembali menjadi netral).

Di sudut kanan atas, akan terdapat informasi jumlah tiles yang kamu pilih, dan perkiraan besar file yang akan kamu unduh. Setelah kamu yakin, klik tombol Download untuk mengunduh area yang kamu pilih. Beri nama semerdeka kamu. Pastikan semua terunduh dengan baik, dan tidak ada error. Supaya tidak menyusahkan kamu saat kamu memakainya di tempat yang tidak ada jaringan internet sama sekali.

Setelah itu, saatnya kamu coba secara offline. Tentunya dengan mencobanya langsung di area yang sudah kamu unduh tadi. Aktifkan GPS location ponsel kamu, dan jangan lupa untuk mengaktifkan Moda Pesawat (Airplane mode). Lalu, buka ViewRanger. Pilih Tab more options > My Maps. On Device adalah maps atau area yang sudah kamu unduh, dan My Maps adalah peta-peta atau area-area yang pernah kamu unduh dan tersimpan di akun ViewRanger-mu.

Pilih peta di tab On Device yang sudah kamu unduh areanya, lalu pilih Open Map. Setelah itu, ketuk ikon kompas supaya kamu bisa melihat posisi kamu saat ini. Lalu, tekan tombol Map Actions yang berada di kanan bawah, dan pilih Record Track, lalu tekan tanda panah pada kiri atas (di sebelah tulisan Track) untuk kembali ke moda peta.

Mulailah berjalan. Nantinya perjalanan kamu akan terekam menjadi jejak yang membentuk jalur mengikuti posisi kamu berada. Bila kamu berhenti untuk beristirahat dalam waktu yang cukup lama, jangan lupa pause record dengan cara mengetuk  pop-up Trip Time yang berada di atas tombol Action Maps. Begitu juga jika kamu ingin berhenti merekam track apabila kamu sudah sampai di tujuan. Track yang terekam, nantinya bisa kamu ekspor menjadi file GPX, atau kamu jadikan route untuk kamu gunakan di kemudian hari.

Oh iya, bicara tentang GPX, sebelum mendaki, kamu juga dapat mengimpor file GPX pada aplikasi ini. Misalnya, kamu ingin mengimpor track atau route jalur pendakian, kamu tinggal ketuk Tab more options > Import / Export > Import Externally lalu pilih file GPX (file berekstensi *.gpx) dari lokasi tempat kamu menyimpan file tersebut pada ponselmu. Nanti ketika kamu membuka peta, peta kamu akan muncul track/route yang berasal dari file GPX yang kamu impor. Kamu akan mudah mengikuti jalur yang sudah tersedia tanpa khawatir tersesat.

Kamu nggak tau di mana nyari file GPX jalur-jalur pendakian? Tenang, saya sudah mengumpulkan sebagian besar file GPX untuk gunung-gunung di Nusantara dari beberapa situs, terutama situs gunungbagging.com. Kamu bisa cari di tabel-tabel di akhir postingan ini. Selamat menjelajah, dan semoga bermanfaat.









CATATAN PENTING!

Meski aplikasi ini memudahkan kamu, pengetahuan mengenai navigasi darat TETAP HARUS kamu ketahui dalam kegiatan pendakian, untuk menjagamu dari skenario yang paling buruk yang sangat mungkin terjadi di alam bebas!


Informasi lain seputar pendakian: