Kata Sains ke Jurassic Park: Dinosaurus Nggak Gitu, Kok

Siapa sih,  yang nggak tau film Jurassic Park? Film yang diangkat dari novel fiksi sains karangan Michael Crichton tahun 1990 ini, pertama kali diputar di awal 90an. Film yang digarap oleh sutradara terkenal, Steven Spielberg, dan dirilis ke layar lebar pada tahun 1993. Waktu itu, saya yang masih bersekolah di tingkat SD dan suka banget sama Dinosaurus, antusias banget nonton film ini. Melihat binatang yang sudah punah “dihidupkan” lagi dan dipelihara dalam sebuah kebun binatang pra-sejarah, saya waktu itu benar-benar berharap film itu beneran nyata.

Di film itu, beberapa Dinosaurus ditampilkan, dan beberapa di antaranya menjadi primadona, seperti Tyrannosaurus Rex (T-Rex), Dilophosaurus, Brachiosaurus, dan Velociraptor. Bahkan T-rex dan Velociraptor tetap menjadi primadona di film-film selanjutnya (Jurassic Park II: The Lost World, Jurassic Park III, Jurassic World). Film ini dan sequel-nya tetap menjadi favorit saya sampai sekarang, meski seiring waktu berjalan, saya yang memang penyuka Dinosaurus, dan selalu mencari tau segala hal tentang Dinosaurus, menemukan banyak hal yang… Dude, it ruined my childhood. Karena nggak sesuai dengan fakta-fakta sains mengenai Dinosaurus itu sendiri. Mungkin yang akan dibahas di sini akan ngacak. Tapi, daripada kebanyakan pembukaan, ayo lah kita mulai bahas beberapa fakta tentang Dinosaurus yang jauh berbeda dari apa yang terlihat di film Jurassic Park dan sequel-nya.

Banyak kesalahan yang cukup fatal dan sangat signifikan terlihat pada setiap sequel film Jurassic Park. Di film Jurassic Park, kita mengenal Velociraptor sebagai predator pemburu yang berukuran se-manusia dewasa. Velociraptor diperkirakan hidup sekitar 75 – 71 juta tahun yang lalu, di masa Cretaceous[1]. Fosilnya pertama kali ditemukan di gurun Gobi, Mongolia, dan pertama kali “disusun ulang” pada 19 Agustus 1923 oleh Peter Kaisen. Banyak yang nggak tau bahwa Velociraptor dewasa ternyata rata-rata hanya seukuran 0,5 meter dengan panjang 2,07 meter[2]. Iya, sebesar ayam kalkun. Dan banyak yang nggak tau kalo Velociraptor ini seluruh tubuhnya ditutupi bulu seperti burung[3][4].

Perbandingan ukuran Velociraptor dengan manusia dewasa

Jadi, Velociraptor yang kalian liat di film itu sangat amat jaaaaauuuuuh berbeda dengan kenyataannya. Ukuran Velociraptor di film, lebih mirip ukuran Utahraptor, kerabat Velociraptor (meski “model yang dipakai” untuk Velociraptor dalam film ini adalah Deinonychus.[5]). Jika Velociraptor belum punah dan berevolusi menjadi burung modern, kesan yang akan kamu dapatkan ketika melihatnya adalah seperti melihat burung yang nggak biasa. Hal ini juga diungkapkan Mark Norell, kurator fosil reptil, amfibi dan burung pada Museum Sejarah Nasional Amerika.

“The more that we learn about these animals the more we find that there is basically no difference between birds and their closely related dinosaur ancestors like velociraptor. Both have wishbones, brooded their nests, possess hollow bones, and were covered in feathers. If animals like velociraptor were alive today our first impression would be that they were just very unusual looking birds.”[6]

Velociraptor Mongoliensis yang digambar ulang oleh Matthew Martyniuk (2006).

Perbandingan ukuran Velociraptor dengan Dromaeosaurus yang lain.

Lalu bagaimana dengan T-Rex? Hasil dari beberapa penelitian baru-baru ini, mengindikasikan bahwa kemungkinan besar Tyrannosaurus Rex tubuhnya juga tertutup bulu. Lho, kok bisa? Pada tahun 2009, Peter Makovicky dan timnya mendeskripsikan tentang temuan fosil sepupu Tyrannosaurus bernama Xiongguanlong Baimoensis[7] yang hidup antara 100 juta dan 125 juta tahun yang lalu. Dan, pada tahun 2012, Xu Xing dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Beijing dan timnya menggambarkan sepupu lain dari Tyrannosaurus dengan ukuran yang lebih kecil dengan nama Yutyrannus Huali[8] dari periode waktu yang sama. (lihat Nature 489, 22–25; 2012). Kedua fosil ini mengindikasikan adanya bulu pada kedua spesies tersebut. Bulu pada kedua jenis Tyrannosauroidea ini tidak seperti bulu pada burung modern, namun dengan struktur yang lebih sederhana. Xu berpikir bahwa Dinosaurus berbulu yang hidup lebih awal ini adalah evolusi terdekat dari Tyrannosaurus. Maka dari itu ia berpikir bahwa T-Rex juga mempunyai bulu seperti kedua Dinosaurus tersebut.[9] Dan juga mengenai kemampuan melihat T-Rex, tidak ada bukti sedikitpun bahwa T-Rex melihat dan atau mengidentifikasi mangsa berdasarkan gerakan.

Tyrannosaurus Rex yang digambar ulang oleh Matt Martyniuk (2013)

Kejanggalan juga dapat kamu temukan pada Dilophosaurus. Ini juga dikatakan oleh Michael Ryan, kepala kurator dari Vertebrate Paleontology pada Cleveland Museum of Natural History.[10] Entah ide dari mana menambahkan “kedok” di sisi kepala Dilophosaurus. Karena tidak ada bukti sama sekali yang menunjukkan bahwa Dilophosaurus mempunyai “kedok” untuk mengintimidasi musuh seperti ikan cupang. Apalagi untuk menyemburkan racun. Sangat imajinatif sekali pembuat model Dinosaurus ini.

Sementara, mengikuti perkembangan sains, banyak juga hal lain yang menjadikan Dinosaurus yang ada dalam film Jurassic Park tampak salah. Seperti misalnya, para ilmuwan meneliti dan mulai berkesimpulan bahwa kemungkinan hampir semua Dinosaurus memiliki bulu. Lebih dari 30 spesies Dinosaurus non-avian telah dikonfirmasi memiliki bulu, ini dilihat baik lldari bukti langsung bulu yang telah menjadi fosil, atau indikator lain seperti paruh. Dinosaurus-dinosaurus tersebut terkonfirmasi sebagai Teropoda pemakan daging, seperti Velociraptor dan nenek moyang burung yang lainnya. Sementara itu, bukti fosil lain dari jenis baru Dinosurus herbivora yang baru ditemukan mengindikasikan bahwa semua Dinosaurus mungkin mempunyai bulu. Penelitian ini dipimpin oleh Pascal Godefroit dari Royal Belgian Institute of Natural History di Brussels.[11]

Dinosaurus mungkin berwarna cerah. Dinosaurus bersuara seperti burung.

 


Footnote

1. Godefroit, Pascal; Currie, Philip J.; Li, Hong; Shang, Chang Yong; Dong, Zhi-ming (2008). “A new species of Velociraptor (Dinosauria: Dromaeosauridae) from the Upper Cretaceous of northern China”. Journal of Vertebrate Paleontology. 28 (2): 432–438. doi:10.1671/0272-4634(2008)28[432:ANSOVD]2.0.CO;2
2. Paul, Gregory S. “Predatory Dinosaurs of the World.” (1988). New York: Simon & Schuster. hal. 464. ISBN 978-0-671-61946-6.
3. Turner, A.H.; Makovicky, P.J.; Norell, M.A. (2007). “Feather quill knobs in the dinosaur Velociraptor“. Science. 317 (5845): 1721. Bibcode:2007Sci…317.1721T. doi:10.1126/science.1145076.
4. American Museum of Natural History. “Velociraptor had feathers.” ScienceDaily. Dipublikasi pada 20-09-2007. Diakses pada 15-04-2017.
5. “10 Facts About Velociraptor.” Poin nomor 2. Thoughtco. Dipublikasi pada 16-02-2017. Diakses pada 15-04-2017
6. American Museum of Natural History. “Velociraptor had feathers.” ScienceDaily. Dipublikasi pada 20-09-2007. Diakses pada 15-04-2017.
7. Li, D., Norell, M. A., Gao, K.-Q., Smith, N. D. & Makovicky, P. J. Proc. R. Soc. B 277, 183–190 (2010). “A longirostrine tyrannosauroid from the Early Cretaceous of China”. doi:10.1098/rspb.2009.0249
8. Xu, X. et al. “A gigantic feathered dinosaur from the Lower Cretaceous of China”. Nature 484, 92–95 (2012). doi:10.1038/nature10906
9. Brian Switek. “Palaeontology: The truth about T. rex”. Nature. Dipublikasi pada 23-10-2013. Diakses pada 16-April-2017
10. Laura Geggel. “Awesome Dinos, Iffy Science Inhabit Jurassic World”. LiveScience. Dipublikasi pada 18 Juni 2015 . Diakses pada 16-04-2017.

9.
9.
9.

Advertisements

2 Comments

    • Mengutip livescience.com,

      “Even without direct skin analysis, current evidence says dinosaurs used up more of the crayon box than historically assumed. Since the early 1990s, the evidence linking the evolutionary branches of dinosaurs and birds (as well as lizards) has gotten all the more convincing. Birds and lizards show a lot of colors, so scientists would expect dinosaurs to do so, as well, said Horner. Even at the time of the first “Jurassic Park,” Horner argued for brighter beasts. But Spielberg wanted more frightening, dragonlike shades. “I wanted them more colorful,” Horner said. “Steven wanted them scary.””

      Iya. Dinosaurus memang kemungkinan “berwarna”. Tapi dalam tulisan ini aku nggak nyantumin karena kurangnya referensi.

      Otherwise, kalau dari bentuk mungkin Dinosaurus jadinya imut dan lucu ya. Tapi, kalau ketemu Velociraptor (yang ukurannya segede ayam kalkun dan kemungkinan hidup berkelompok seperti layaknya burung), terus dikerubungin, itu juga lumayan serem sih. LOL.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s