Anokoro: 15tahun

Baru saja kemarin lusa aku menimbang-nimbang untuk menulis surat kepadamu. Lalu kemarin malam, aku sudah memimpikanmu untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Kau mendatangiku dan memberikan aku kotak kaleng kecilku yang pernah jadi kesayangan. Saat kubuka, ada ganja di dalamnya. Lalu kau bilang, “Kenapa tidak sekali lagi kita melakukan kebodohan? Sudah lama sekali bukan?” Kemudian kita menghisap ganja, dengan tawa hebat yang pernah kita punya.

Apa kabar kamu di sana? Jangan bilang kau sedang tidak baik-baik saja. Jangan bilang kau sedang membutuhkan aku, lalu kau sengaja meretas masuk ke dalam mimpiku. Aku tau, kita sama-sama rindu. Lima belas tahun berpacaran, bukan waktu yang sebentar. Kita sudah terbiasa bersama-sama. Wajar saja jika salah satu di antara kita merindukan masa-masa itu.

Kalau aku? Tentu saja aku rindu. Rindu saat kau timpuk aku dengan kaleng minuman bersoda saat kau kuledek setelah kau bilang kau sedang birahi. Aku rindu saat kau tempeleng aku dengan helm saat aku kebut-kebutan di jalanan. Aku rindu saat menyelinap ke dalam rumahmu, untuk kemudian menculikmu tengah pagi buta. Aku rindu saat kita menghabiskan waktu berdua di kamar kita saat senja,  menikmati teh hangat sambil tidur berpelukan, tanpa melakukan apa-apa. Aku rindu saat kita menghabiskan waktu tiduran di atas rumput di bawah pohon di taman kota, atau di sofa cafe favorit kita. Aku rindu peluk cium terakhirmu saat kau bilang kau akan segera menikah dengan seseorang dari masalalumu. Lima belas tahun bukan waktu yang sebentar. Dan empat tahun tanpa mu, tak cukup lama untuk menghapus semua kenangan tentang aku dan kamu.

Apa kabar kamu di sana? Apa kabar anak pertamamu? Dan bagaimana kehamilan anak keduamu? Jangan bilang kau tidak baik-baik saja. Tentu aku akan merasa bersalah karena sudah tidak bisa lagi menjagamu. Jangan khawatir keadaanku. Aku baik-baik saja dengan perjalanan-perjalanan yang kulewati. Jadi, jangan pinta aku untuk pulang seperti kemarin. Aku akan baik-baik saja. Sebaik Tuhan menjaga kucing kita yang dibuang ayahmu, sebaik Tuhan menjagamu. Semoga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s