Manuskrip Luka

Surat


Kepada Yang Terkasih
Tuhan
di,- tempat yang belum juga aku temukan

Salam sayang,

Tuhan, segala puji bagi Engkau Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang Maha Penolong dan Yang Maha Memberi Kehidupan. Yang Maha Suci dari hinanya harapan-harapan yang ku bayangkan.

Tuhan, aku mohon ampun atas semua dosa dan kesalahan. Aku mohon ampun atas segala kekuatan dan ketidakberdayaan. Aku mohon ampun atas kebodohan dan ketidakmengertian. Dan aku mohon ampun atas segala keinginan yang mungkin tak sadar aku paksakan.

Mohon lindungi aku dari angan-angan kosong, harapan semu, dan ambisi halus yang membutakan. Bebaskan aku dari segala kesedihan, rasa sakit yang berkepanjangan, dan luka yang tak kunjung pulih, lagi melemahkan dan menyesakkan.

Peluklah aku dalam ketakterbatasan bahagia dan CintaMu yang membebaskan. Semoga Engkau masih berkenan mengabulkan.
(Meski aku tak tau, kemana seharusnya surat ini ku layangkan.)


Di ambil dari sebuah manuskrip kusam, dengan noda air mata di permukaannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s