Laki-laki langit

Menjulang tinggi dan luas
bukan berarti angkuh pun sombong
Tak pernah ku saksikan manusia
mengutukmu karena megah
Bagaimana tidak?
Saat terang, kau hadirkan
harap di awal, dan rindu di akhir
Saat gelap, kau sajikan
manik-manik sederhana
yang di anugerahi pijar abadi.
Bukan tak jarang,
mendung menggerogoti indah
Yang dilakukan perempuan angin
yang kau jaga dan sayang.
Karena rindu telah memakan isi kepala
Namun, bagaimana bisa
Kau rindukan sesuatu;
Tulang rusuk mu yang tak pernah tiada?

Pondok Saladah, Gunung Papandayan, Garut, 
19 Oktober 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s