Yang terpenting bukan Do’a. Namun Adab.

Al-Hikam 128

Seringkali manusia memaksakan ingin dalam bait-bait do’a. Merengek-rengek meminta seperti anak kecil menginginkan mainannya. Seringkali manusia butuh sebutuh-butuhnya sehingga merasa fakir kemudian tanpa mengenal lelah dan putus asa, terus meminta.

Tak jarang, jika apa yang dicari tak ditemukan, apa yang dipinta tak dikabulkan, manusia bersikap kekanakan dengan membenci apa yang menjadi ketetapanNya. Bersikap kekanakan dengan kemudian membenci diri dan Tuhan, menyalahkan keadaan.

Dan tak jarang, apabila do’a-do’a dikabulkan, manusia kemudian mengabaikan rasa syukur dengan menjauhi Tuhan dan menelantarkan jawaban dari apa yang dipinta sebelumnya. Tanpa sadar, apa yang dipinta sewaktu-waktu bisa diambil kembali sekehendakNya. Bila sudah diambil, kembali manusia menjadi sangat kekanakan.

Betapa manusia seringkali tak tahu diri. Termasuk saya yang melakukan hal tersebut seringkali, berulangkali. Semoga kita semua dianugerahi adab yang santun dalam meminta, dan bertanggung jawab terhadap segala pinta dan do’a. Semoga Tuhan mengampuni segala kesalahan dan dosa-dosa, dan mengampuni segala harapan dan do’a-do’a.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s