Seharusnya

Dyms-tired-walking

Seharusnya kamu tau. Aku sudah cukup letih berjalan. Meniti bebatuan rapuh dan terjal. Langkahku tak kokoh. Jejaknya mulai terseok.

Seharusnya kamu tau. Walau lelah, aku terus meniti angin. Mengabaikan luka dan peluh. Sebegitu kuatnya ingin.

Sebegitu kuatnya ingin dan upayaku untuk bertarung menaklukkan hidup dan luka. Seharusnya kamu tau itu. Sebegitu inginnya aku menemukan serpihan diriku yang kini tersebar ke segala penjuru….setelah dihancurkan olehmu. Seharusnya kamu tau itu.

Dan seharusnya kita sama-sama tau. Seberat apapun perjalanan, perjalanan tetap harus dijalani tanpa sekedar mengeluh di balik peluh. Dan seharusnya kita sama-sama tau. Sekuat apapun aku terus berlari, akan ada masanya nanti. Aku terjatuh, bersimpuh, lumpuh, dan akhirnya berlabuh. Dan seharusnya kita sama-sama tau. Bila tiba saat itu, kita sama-sama menjadikan diri satu sama lain, sebagai rumahku, rumahmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s