Sujud

Akan ada saatnya kita hanya ingin bersimpuh kemudian bersujud. Lama sekali.

Bukan untuk memohon apa-apa. Bukan untuk mengajukan harapan apa-apa. Bukan juga untuk menghaturkan pujian yang paling utama. Bukan juga untuk mengadukan apa-apa. Bukan. Namun hanya karena karena ingin dan butuh.

Saat itu hatimu cuma berharap, air mata terus mengalir di antara cekungan luka di hati. Supaya tidak ada kesedihan lagi esok hari. Dan luka hati, menjadi lembah dengan kasih yang subur, akibat terus dihujani.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s