Reverse Mindfullness

Dalam diskusi kemarin, kami sempat membahas kebalikan dari mindfulness (be present). Yaitu dengan meniadakan segala sesuatunya serta menghadirkan Tuhan di segala bentuk materi maupun immateri.

Dalam konsep sufistik, inilah yang dinamakan wahjatul wujuud. Yaitu pengejawantahan dari menyatunya Tuhan dengan segala ruang dan seisinya, bahwa tiada Tuhan selain Ia.

Dalam praktek berkehidupan, contoh penerapannya adalah: Berusaha – berdoa – menyerahkan hasil – memasrahkan diri – menyempurnakan ketiadaan. Bahwa tidak ada apapun yang ada selain Tuhan. Dengan output: Tiada kamu, tiada saya, tiada rasa, tiada masalah, dan alam semesta hanyalah kekosongan melainkan keberadaan Tuhan dengan sifat Wujud Nya. Fana’ billah.

Konsep kebalikan dari mindfulness ini pun, harus melewati tahap mindful (be present – konsep keberadaan) dahulu. Agar manusia dapat mengenali siapa dirinya dan keadaannya. Baru konsep kebalikan dari mindfulness ini bisa diterapkan. Tujuannya adalah menyempurnakan esensi kehambaan manusia di hadapan Tuhannya yang Maha meliputi segala sesuatu. Sehingga tiada apapun yang meliputi manusia tersebut melainkan keberadaan Tuhan dalam hidupnya. Ketergantungan dan rasa merasa butuh terhadap Tuhannya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s