Cinta

Cinta

Luka itu indah
Darah yg memerah
Membias ke langit
Dicumbu sinar rembulan

Daun-daun bambu menggelitiki
Dan sungai mendesah jernih
Engkau telah merobek dengan sembilu
Dengan senyum manis teramat tulus
Luka kini manis sekali

Aku selalu ingat bagaimana kau membelaiku
Sambil meremas-remas dan memutar-mutar ususku

Darahku tak terkesiap lagi
Jika cambuk mendera di tulang belulang
Aku akan menyebut namamu berulang-ulang
Dengan penuh cinta

– T. Nitya Anggra Sora

_________

Setelah mem-posting “Sebelum Kota-kota Padam”, seketika saya ingat puisi dari almarhum T. Nitya Anggra Sora, yang pernah beliau bacakan di hadapan kami dan teman-teman waktu di sanggar, dahulu. Baitnya pedih. Membuat kesan tersendiri bagi saya saat terserap kedalam puisi. Saya dapat membayangkan pedih yang tak terkira saat tenggelam dalam bait-baitnya. Apalagi setelah digarap menjadi musikalisasi puisi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s