Pecinta tanpa Air-mata

Orang yang tak memiliki Yang Tercinta
bagaikan manusia tanpa kepala.

Orang yang kabur dari penjara Cinta
bagaikan seekor burung tanpa sayap.

Kabar apa yang mungkin dibawa seseorang,
yang tak diketahui Sang Penjaga Rahasia.

Orang yang ditembus anak-panah lirikan mata-Nya
bagaikan ksatria yang terjun ke medan perang
tanpa tameng pelindung.

Orang yang tak bisa melihat ke dalam dirinya sendiri
bagaikan seorang lelaki tanpa keberanian.

Orang yang tak bisa membuka pintu qalb-nya sendiri,
bagaikan pecinta tanpa air-mata.

Dia-lah yang menempatkan sebuah pintu
di tengah Jalan ini.
Hanya yang menaruh pintu itu
yang dapat membukanya.

Mereka bilang, “bangun, bangun,
fajar telah merekah!”
Siapa yang terjaga hanya ketika fajar tiba?

Di langit kami tiada matahari terbit,
atau matahari tenggelam.

– Jalaluddin Rumi –
________

Sumber: 
Jonathan Star, Rumi: In the Arms of the Beloved, 2008, hal 138. 
Sumber Asli:
Rumi, Kulliyat-e Shams no 721(Badi-uz Zaman Furuzanfar, Ed.)

Di post ulang dari http://ngrumi.blogspot.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s