Tangis Sepertiga Malam

Aku hadapkan,

wajah penuh air mata,
hati yang hancur lebur,
badan yang remuk redam,
kaki goyah yang tak mampu lagi berdiri,
lengkap dengan harap yang terbang hilang,
ke hadapMu.
Bukan untuk memaki, bukan.
Bukan pula untuk menuntut, bukan.
Aku hadapkan seserahan ini,
padaMu,
hanya untuk mengatakan:
“Hamba lelah. Sangat lelah.”
Dan kemudian mempersembahkan,
pertunjukan tangis diatas sajadah.
Pertunjukan nyanyian pilu.
Piluuu… Resah…
Mengaduuuuhhh… Rebah…
Tangis riuuuuuhhh… Tumpah…
Air mata menari dari hulu mata,
meliuk pelan, lubangi hati.
Alih-alih berharap,
tanganMu mengistirahatkan jiwa, 
Atau, pelukMu menjemputku ke sisi.
Sementara, sudah tujuh jam tangis menari,
mendekati pukul dua pagi.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s