Maka, berikan alasan yang paling pantas



Maka,
berikan alasan yang paling pantas
untuk membuat ku bangkit,
lalu mengayunkan pedang.

Ini pundak lelaki.
Masih cukup kuat
untuk menopang beban yang kau buang,
supaya kau dapat leluasa
berjalan pongah kemudian.

Jangan kau ragukan luka di sekujur tubuh ini.
Ini bukan rajah yang di sengaja.
Ini hasil pertempuran.
Pertempuran melawan hidup,
yang tak pernah sekalipun kau menangkan.

Aku,
pernah lebih kelam di banding sekarang.
Jauh lebih kelam dibanding jiwa mu yang muram.
Pedang yang telah tersarung,
jangan kau pancing kembali untuk kuhunuskan.

Maka,
berikan alasan yang paling pantas
untuk membuat gairah ku terbakar,
kemudian rela mengayunkan pedang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s