Aku Ingin

Entah harus senang atau sedih. Saat apa yang pernah hilang dariku, seketika datang kembali mengisi satu sudut ruang dalam hatiku yang kubiarkan sepi.

Aku pernah menjadi normal. Mencintai seseorang, untuk kembali dicintai secara normal. Seperti layaknya orang-orang yang sedang kasmaran. Aku tak ingin sendirian. Sama seperti yang lain. Aku mengejar dan mencoba menggapai satu cinta, untuk kemudian aku dicampakkan. Aku mengejar dan meraih sebanyak-banyak nya cinta, namun akhirnya aku jatuh berantakan karena tertampar dengan hebatnya. Aku mencoba mengagumi secara rahasia, satu cinta, hasilnya pun aku tersingkir dalam keterpurukan. Aku mencoba kembali dan bertahan pada satu cinta yang kokoh, dua windu lamanya, namun hariku dipenuhi duri-duri yang mencengkram kejam. Ya. Mungkin hampir semua cinta pernah aku rasakan waktu itu. Dan berbagai macam rasa pedih pernah kucumbui saat itu.

Seorang teman pernah mengatakan. Aku adalah pecandu luka. Aku pun merasa, seolah aku adalah pecundang nomor satu di dunia. Ironis. Seorang penebar cinta, telah menjadi seorang budak cinta sekian lamanya. Tak peduli betapa sakit pun rasanya, aku tetap menghamba pada cinta. Ya. Aku pernah menjadi pecundang cinta.

Namun siapa yang sangka? Rasa sakit yang kerap kali datang malah justru menimbulkan warna dan ritme tersendiri pada hidup yang ku jalani. Dan, ya. Aku menikmatinya. Untuk kemudian kudapatkan hadiah yang sangat berharga dari rasa sakit yang diberikan cinta. Yaitu kekuatan hati dan kekokohan jiwa dalam menghadapi hidup dimasa setelahnya. Terakhir kali, satu cinta yang mendekapku dalam duri nya membawaku terbang untuk kemudian menghempaskanku keras kebumi. Aku hancur berantakan. Aku tak.pernah menyangka, bahwa justru sisa serpihannya bisa meregenerasi menjadi kaki-kaki yang kokoh untuk berpijak dan mencengkram bumi. Serpihan-serpihan lain kemudian menjadi dinding tebal nan kokoh yang melindungi hati. Rasa pedih yang menyisa menjadi aliran listrik yang meliputi dan melindungi. Hatiku mendadak menjadi hati yang super perkasa.

Karena itulah aku tak jadi mendendam pada cinta. Bagaimanapun juga, ia yang menempa ku sehingga menjadi jauh lebih kuat dari yang lain. Jauh lebih hebat dari sebelumnya. Kemudian aku jalani hari-hari berikutnya dengan ketenangan yang luar biasa. Kestabilan emosi dan rasa. Aku tetap menjadi penebar cinta. Namun tak lagi menjadi pengejar cinta. Meski jauh diluar dinding hati yang terbentuk, banyak cinta-cinta yang lain memanggil untuk diraih dan meminta untuk dapat menduduki singgasana hati megah dalam jiwa. Tak ada satupun yang dapat mendudukinya.

I’m single, but I’m untouchable. Because I’m not yet available. So, to reach my heart is almost impossible.
Aku terlalu tinggi untuk diraih. Aku terlalu megah untuk disinggahi. Aku terlalu kuat untuk ditaklukkan lain hati. Dan aku terlalu mewah untuk dimiliki. Aku jauh lebih stabil dari apa yang pernah kualami dahulu. Aku bahkan sempat menjadikan seolah dunia memandangku begitu iri. Aku bahagia dalam kedamaian baru hadiah dari semesta. Sepi tiada lagi menjadi musuh yang kubenci. Meskipun aku selalu diliputi kesendirian.
Namun semegah-megahnya rumah, akan tetap sepi tanpa penghuni. Untuk kemudian rapuh, lalu hancur perlahan secara alami. Ya. Rasa itu datang. Kedamaianku kembali lagi terusik seiring waktu berjalan. Hati ini butuh penghuni yang selamanya memiliki.

Semalam, hawa dingin yang dibawa hujan membujukku lembut. Kelopak mata yang menggantung menahan air mata sekian lama, mulai membuka pintunya. Rasa yang ditawarkan oleh dinginnya hujan seketika tumpah ruah memecah diantara air hujan. Kamu tau apa yang ia bisikkan? “Kamu sedang jatuh cinta.” Itu saja. Dan itu berhasil membuatku kembali berkeinginan. Ya. Aku ingin merasakan dicintai. Sebagaimana aku mencintai segenap isi alam semesta. Aku ingin merasakan dimiliki. Sebagaimana aku menjaga seisi alam semesta yang aku miliki sementara. Aku ingin dimudahkan. Sebagaimana aku memudahkan penghuni semesta ku ketika dalam kesulitan. Sayup-sayup, isak tangisku ikut membisikkan keinginan kepada para malaikat yang mengiringi setiap bulir air hujan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s