Sebelum

Lupakanlah mari lupakan.
Hinakanlah seingin kau hinakan.
Sebelum kau akhirnya duduk bersimpuh,
mengetuk pintuNya dengan penuh rindu.
Duduk lemah bersimpuh mengetuk pintuNya.
Menggigil semalaman namun tetap kau tunggu.
Diiris cinta dan rindu semalaman.
Airmata jadi neraka.
Meringkuk. Terpasung tak berdaya.
Harapmu tak ingin masuk.
Hanya pintu yang terbuka,
dan pelukan hangat Pemilik yang ada didalamnya.
Berbisik lirih ucapkan cinta.
Diantara serpihan kecil hati yang terserak.
Terluka namun cinta makin mendera.
Sekarat karena cintaNya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s