Nokturnal

Hanya langit
dan bintang-bintang
yang menyimpan segala kesedihan
yang pernah kutuliskan
dengan air mata hati.

Hanya malam
yang menyimpan segala rahasia
yang pernah kukatakan
dalam bisik lirih dan
hela setengah nafas.

Dan hanya angin dingin
yang menyertai embun
pernah menjadi sahabat
ketika ku meringkuk pilu,
merengkuh dalam dingin,
membelai hati.

Mereka
datang sebagai teman,
menemani sepi ku.
Tinggal sebagai prajurit,
menjaga lengah ku.
Kemudian menjadi penghulu,
ketika hati terikat cinta
pada Tuhan ku.

Mereka akan
tetap kucumbu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s