The Grander Plans of Awakening

Peradaban manusia di era millenium ini tampaknya terlihat semakin maju. Munculnya teknologi-teknologi mutakhir yang terus menerus berkembang dari hari ke hari, pembangunan fasilitas umum yang begitu megah, pembaruan struktur sosiokultural yang maju dan beradab, dan banyak hal lain yang begitu mutakhir yang dapat kita temui.

Namun diantara semua itu, moral manusia mengalami penurunan. Pelanggaran Hak Asasi Manusia, perusakan lingkungan secara massal, kemaksiatan sebagai tren baru yang patut dicoba, dan pudarnya nilai-nilai spiritual seolah-olaah menjadi hal yang sah-sah saja. Entah siapa yang bertanggung jawab terhadap pendegradasian sifat-sifat kemanusiaan yang tengah terjadi. Perlahan namun pasti manusia tak lagi berperan sebagai manusia. Namun zombie-zombie baru yang menguasai peradaban tinggi.

Namun ada hal yang menarik perhatian saya dalam pengamatan saya tersebut. Merujuk dari penelitian saya (data lapangan) dan kondisi yang terjadi belakangan ini, tampak bahwa dibalik pendegradasian mental dan moral manusia tersebut, seolah-olah ada satu kekuatan yang tak terlihat mengarahkan banyak manusia kearah kebangkitan. Seolah-olah ada satu rencana besar dibalik semua yang terjadi pada kebanyakan manusia. Rencana besar yang mengarah pada kebangkitan manusia itu sendiri baik dari segi mental, moral, spiritual, dan budaya. Rencana besar yang mengarahkan manusia kembali ke zaman keemasan seperti yang diberitakan oleh berbagai macam kitab suci dan atau manuskrip-manuskrip dari peradaban masa lampau.

Beberapa manuskrip menceritakan bahwa akan datang suatu masa dimana manusia mengalami zaman yang cemerlang. Dimana saat itu manusia akan menghargai satu sama lain. Tak ada peperangan. Hidup damai. Dan bersinergi dengan alam semesta. Namun sebelum itu akan terjadi zaman dimana segala sesuatu berada dalam kondisi kehancuran. Hal ini juga diberitakan dibeberapa referensi religi seperti injil dan beberapa hadits.

Mungkin awalnya terjadi pada saat zaman revolusi industri yang merupakan titik awal perkembangan teknologi, kemudian perlombaan kekuatan dan senjata pada Perang Dunia I dan II, yang diakhiri dengan jatuhnya Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945. Namun saya coba melihat dari peristiwa-peristiwa kecil yang nampaknya serentak terjadi pada banyak manusia akhir-akhir ini.

Antara tahun 1998-2008, pendegradasian moral manusia mulai banyak terjadi. Dimasa ini banyak manusia yang mengalami perubahan sikap, mental dan moral. Beberapa berubah pola pikirnya menginginkan kebebasan yang mutlak. Kemudian mereka atas nama kebebasan mulai masuk dalam pola hedonis yang menuntut pemuasan kesenangan pribadi. Manusia mulai silau oleh gemerlap dunia. Mereka mulai mengabaikan norma-norma yang berlaku. Peredaran Narkotika yang semakin marak, free sex, kehidupan urban yang menjadi tren manusia metroseksual, dan lain sebagainya. Mereka mulai memasuki era dimana pemuasan hasrat dunia menjadi seolah begitu penting. Puncaknya terjadi pada tahun 2005. Saya jadi teringat perkataan seorang teman, “Terkadang kelahiran sesuatu yang baru dan lebih baik, dibutuhkan kehancuran sebelumnya.” Dan memang, berangsur-angsur kejadian-demi kejadian saat ini memang merujuk ke arah kehancuran sekaligus pembaruan total.

Pada tahun 2001-2011 merupakan fase dimana banyak manusia mulai mengalami fase kebangkitan moral, mental dan spiritual. Mereka akan terjatuh dan terjebak dalam masalah yang seolah-olah tak dapat terselesaikan. Mereka akan diseleksi sekaligus dipersiapkan untuk menghadapi sesuatu yang lebih berat dan lebih besar dari apa yang mereka hadapi saat itu. 2008-2009 merupakan puncaknya. Beberapa orang yang saya temui mengalami hal tersebut ditahun tersebut. 2010-2011 merupakan fase pemilihan orang-orang yang akan melaksanakan grander plan tersebut. Ditahun tersebut mereka menjalani seleksi. Sementara kondisi lingkungan semakin menurun dan tingkat kesadaran semakin meningkat. Ditahun ini pula mereka yang terpilih sebagai kandidat penerus peradaban dipertemukan satu sama lain dan saling membantu melaksanakan misi mereka masing-masing yang merupakan bagian dari Grander Plans. Uniknya, kebanyakan dari orang-orang tesebut ternyata adalah orang-orang berlabel (indigo/crystal yang dipercaya sebagai generasi pendobrak dan pembangun peradaban baru), para pencari jalan spiritual yang tentunya punya masa lalu yang kelam, artis, dan para pemerhati lingkungan. Seakan pertemuan mereka membentuk pola yang mengarah ke terwujudnya Grander Plans. 

Ditahun 2012 merupakan puncak dari persiapan. Final preparation. Pemilihan kandidat menjadi semakin ketat. Mereka akan dihadapkan pada ujian pribadi sekaligus dipersiapkan secara mental untuk menghadapi peristiwa besar yang merupakan proses dari Grander Plans. Di tahun ini banyak juga yang justru baru mengalami proses penggemblengan seperti yang banyak terjadi di tahun 2001-2011. Dan dari pengamatan saya, mereka seolah dipaksa untuk melewati proses tersebut dalam waktu singkat. Sebut saja Ani, orang yang saya temui yang justru baru saja mengalami “Symptomps” dan melewati proses (yang sebelumnya saya lewati selama bertahun-tahun) selama seminggu saja. Setelah itu ia berubah menjadi manusia yang baru.

Sementara itu alam akan menyeleksi manusia dengan berbagai macam peristiwa. Kemudian berdasarkan berbagai macam sumber yang saya dapatkan (manuskrip), peradaban sebagian besar akan dihapus dan dikembalikan ke titik nol. Setelah itu barulah peristiwa-peristiwa besar mulai bermunculan. Yaitu perang antara kebaikan dan keburukan di zona abu-abu, dimana kebaikan dan keburukan tak terlihat lagi perbedaan nya. Kehancuran dimana-mana sementara manusia mulai membangun peradaban yang lebih baik.

Beberapa kejadian yang menyangkut proses Grander Plans ini adalah:

  • Spiritual awakening
  • Soul transformation
  • Gain of awareness
  • Elimination
  • War between good and evil on gray area
  • Secret reveals
  • Culture transformation
  • Beter living
  • Golden age


Semua yang tertulis diatas merupakan pengamatan saya selama bertahun-tahun, hasil riset lapangan (wawancara), dan hasil pengkajian terhadap beberapa manuskrip religi yang bersangkutan dengan akhir zaman. Apabila ada kesalahan penafsiran merupakan murni kesalahan saya pribadi. Karena kebenaran hanya milik yang Tuhan Semesta Alam.

Semoga kita semua terberkati dan dapat melewati semua fase tersebut dengan baik. Salam cahaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s