Schizophrenia

“Aku tidak berbicara dalam bahasa kalian. Aku senantiasa berbicara dalam bahasa sunyi dibalik bahasa kalian. Kalian tidak akan dapat mengerti bahasa ku tanpa aku izinkan. Kalian yang mencoba mencari tau tanpa aku izinkan akan tersesat dalam delusi yang aku ciptakan.”


Sekian lama aku hidup dalam dinding-dinding berlapis-lapis yang aku bangun, agar tak dapat seorangpun menembusnya. Mungkin dikarenakan masa lalu yang sulit yang membuat aku menjaga agar masa-masa kelam itu tak terulang. Dinding-dinding persepsi dan delusi aku bangun agar tak seorangpun mengetahui apa dan siapa aku yang sebenarnya.

Dari waktu ke waktu, malam-malam aku lalui dengan berstrategi. Membangun dinding demi dinding yang kugunakan sebagai benteng untuk melindungiku. Mencipta topeng-topeng yang kerap kali menyembunyikan wujud asli ku dari dunia. Tak ada satupun yang benar-benar dapat mengenali ku.

Aku memang menganggap itu sebagai ancaman. Karena jika ada yang benar-benar mengetahui diriku, dia akan mudah menjatuhkanku. Aku hanya tidak ingin jatuh kedalam lubang yang sama. Dinding-dinding yang kubangun bisa saja runtuh. Namun sebelum dinding-dinding yang lain runtuh, aku bangun kembali dinding-dinding labirin yang akan menyesatkan orang yang telah menembusnya.

Sangat mengasikkan melihatnya. Ketika akhirnya tiap-tiap individu tersesat dan tenggelam dalam delusi yang aku ciptakan. Sementara mereka bersorak menang, mereka tak tau mereka tenggelam semakin dalam. Dan aku, tetap terdiam, mengawasi setiap pergerakan sambil terus menciptakan delusi-delusi lain dibalik bahasa yang manusia gunakan.

Kebohongan memang harus ditutupi dengan kebohongan lain. Sehingga menjadi kebohongan yang sempurna. Akulah manusia sejuta tipu daya. Akibatnya, aku pun terkadang tak dapat membedakan antara delusi yang kuciptakan dengan kenyataan. Aku kini seorang penderita schizophrenia.

Hidup adalah pertarungan. Akupun bertarung melawan delusi yang kucipta dengan hukum yang disediakan oleh semesta. Aku tau bahwa apa yang seseorang pikirkan, semesta akan memberi jalan, sehingga mewujud nyata. Power of mind. Delusi-delusi pun perlahan menjadi nyata.

Kejam. Namun mungkin ini keadilan Tuhan. Bagaimana seorang schizophrenia dapat merubah dunia. Kalian boleh marah, boleh kasihan. Sementara kalian tidak mengetahui, apa yang aku rencanakan kali ini terhadap kalian. Kalian tak akan dapat membedakan persepsi yang kubentuk dihadapan kalian, apakah ilusi atau kenyataan. Selamat menjadi pengidap schizophrenia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s