Istana Cahaya

Saat ini saya sedang berada di istana yang penuh dengan jiwa-jiwa bercahaya. Makhluk-makhluk ini mempunyai hati sebening kristal, lebih lembut dari sutra, dan lebih terang dari matahari. Sehingga jika saya menatap hati mereka, saya silau sampai meneteskan airmata.

Saya sudah lama berada disini. Hampir dua tahun. Namun entah kapan tepatnya saya mulai tinggal di Istana ini. Tinggal karena tangan-tangan mereka yang lembut menggapai saya. Karena begitu banyak airmata terperas semenjak saya berada disini. Karena kerasnya hati saya menjadi lunak nan lembut tertempa oleh hangatnya cinta mereka. Saya mulai mencintai tempat ini.

Mereka cuma manusia. Manusia biasa. Tak ada satupun keistimewaan yang terlihat. Hanya saja begitu kental terasa. Mereka mempunyai hati yang begitu tulus, dan penuh cinta. Segala sesuatu yang mereka kerjakan berdasarkan cinta. Mereka terkadang tampak hina dimata manusia, namun sebenarnya, siapa sangka mereka hampir setengah malaikat.

Sudah dua tahun saya disini. Namun serasa baru kemarin saja saya tidur disini. Setiap hari serasa hari saat pertama saya jatuh cinta dengan tempat ini. Jatuh cinta dengan Sang Pemilik tempat ini. Jatuh cinta terhadap penghuni-penghuninya. Entah semenjak kapan, saya sudah tinggal ditempat ini. Memenuhi perintah NYA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s