Akhir Tahun, Awal Kita (lagi)


Malam ini tampaknya begitu spesial bagi hampir seluruh umat manusia di dunia. Namun malam ini tampak biasa saja bagi kita, dan kita lewati seperti biasanya. Ya. Seperti malam-malam sebelumnya. Malam-malam yang pernah kita lewati bersama. Aku ada disini, bersama mu, menemani mu, berbagi cerita, dan kata-kata. Meski hanya lewat isyarat, degup nadi, dan tatapan mata.

Ya, dan aku ada disini seperti biasa. Disisimu saat ini untuk tunaikan janji, untuk selalu menemani, menjaga, dan selalu ada untukmu. Inilah takdirku. Takdir yang selama ini kita tentang, sebelum akhirnya kita sama-sama bisa menerima apa yang telah Tuan kita tetapkan. Takdirku, melayani dan mencintaimu sepenuh hatiku. Seperti yang Tuan perintahkan kepada ku. Takdirmu, berjalan menebar cahaya, dengan rasa aman dibawah pedangku. Seperti yang Tuan perintahkan kepadamu

Seperti malam-malam sebelumnya, begitu juga malam ini. Kita berdua menikmati angin dan lampu kota. Dalam cinta tersirat namun sangat nyata, jiwa kita selalu bercengkrama. Meski hanya sesaat, namun sudah cukup, kureguk indahnya rasa, yang tak pernah lagi terucap, namun semakin terasa.

31 Desember 2010, Taman Suropati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s