Luka

Sayatanmu terasa amat indah
menemani hari-hariku
Belum cukup juga,
kau taburkan garam kini
Aku cuma tersenyum seperti meringis
Jangan berhenti sebelum ku binasa !
Karena terasa begitu nikmat sampai ke kepala
Sayatanmu terasa amat indah
Sehingga tangis dan tawa tiada beda
Kan kulantunkan nafas puisi
Menyebut namamu ditiap gerak sayatanmu
dengan penuh cinta…

Jakarta, 11 Desember 2006– Tangis atau Tawa ?

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s