Bunuh



Semburat kuning pucat terpancar dari wajah rembulan
Semakin mempertajam rasa pilu pada jiwa
yang basah oleh air mata pengharapan
karena arak cinta yang kau suguhkan kepadaku

Aku terpasung disini bersama harapan dan angan-angan kosong
Sementara cinta terus saja berbisik menghantui ku
menerobos masuk kedalam hati tembus ke jantung
Membuat hati dan mataku semakin kuyu

Bisikan itu semakin dalam mencengkram
Membuat ku semakin sakit jiwa
Sekonyong-konyong kuambil pisau dan kurobek dada
Dengan bangga aku menenteng kepala dari cinta
yang telah kubunuh tadi
…atau aku yang telah kubunuh…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s