Rembulan Mencumbu



Bukannya kita yang mencumbu rembulan
Tapi rembulan lah yang bernafsu
Aku pun tak mengerti
Sinarnya selalu menebar mimpi ke sudut lelap
Bahkan kita ikut birahi
Ketika mimpi menari-nari dikulit jantung
Mengukir nama dalam buaian mimpi
Dalam cumbuan rembulan

Pun hati mengutuk
Tetap saja kita cinta
Karena sorot matanya
Membuat semakin terjerat
Sehingga pasrah ‘tuk dicumbu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s