Daun dan Puisi (Part III)



Baiklah kini…
Di atas tebing jiwa ini
Ku kembalikan kepada angin
Puisi yang kucuri dari alam ku sendiri
Agar tak lagi terdengar anak manusia
karena begitu pedih pun ia begitu indah
Dan daun-daun jiwa yang kutulis
dengan embun dan air mata
Niscaya terjaga dalam hati
yang terhias oleh pedih
Lalu Pohon…
Tetap kusiram dan kubasuh
dengan air mata dari puisi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s